E = (C * U) / 1000
C = (E * 1000) / U
E = Energy (KWh)
C = Capacity (Ah)
U = Voltage (V)
Alat berbasis web untuk mengonversi kapasitas baterai antara Ampere-jam (Ah) dan Kilowatt-jam (kWh), ideal untuk kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, dan aplikasi tenaga surya.
Kalkulator ini membantu pengguna mengonversi kapasitas muatan (Ah) menjadi energi (kWh), dengan penjelasan jelas tentang parameter baterai kunci untuk pemahaman yang lebih baik tentang kinerja dan kondisi baterai.
| Parameter | Deskripsi |
|---|---|
| Kapasitas | Kapasitas baterai dalam Ampere-jam (Ah), menunjukkan seberapa banyak arus yang dapat disalurkan baterai seiring waktu. Kilowatt-jam (kWh) adalah satuan energi yang mewakili total energi yang tersimpan atau disalurkan. Rumus: kWh = Ah × Tegangan (V) ÷ 1000 |
| Tegangan (V) | Perbedaan potensial listrik antara dua titik, diukur dalam volt (V). Penting untuk perhitungan energi. |
| Kedalaman Pengosongan (DoD) | Persentase kapasitas baterai yang telah dikosongkan relatif terhadap kapasitas total. - Komplementer dengan State of Charge (SoC): SoC + DoD = 100% - Dapat dinyatakan sebagai % atau dalam Ah - Kapasitas aktual dapat melebihi nominal, sehingga DoD dapat melebihi 100% (misalnya, hingga 110%) |
| State of Charge (SoC) | Sisa muatan baterai sebagai persentase dari kapasitas total. 0% = kosong, 100% = penuh. |
| Kapasitas Terkuras | Jumlah total energi yang ditarik dari baterai, dalam kWh atau Ah. |
Baterai: 50 Ah, 48 V
Jika Kedalaman Pengosongan (DoD) = 80% →
Energi = 50 × 48 / 1000 =
2.4 kWh
Energi Terkuras = 2.4 × 80% =
1.92 kWh
Mengestimasi jangkauan berkendara EV
Mendesain sistem penyimpanan energi rumah
Menghitung energi yang tersedia dalam setup surya off-grid
Menganalisis umur siklus dan efisiensi baterai
Ah (Ampere-jam) adalah satuan kapasitas muatan, yang menunjukkan berapa besar arus yang dapat diberikan oleh baterai seiring berjalannya waktu; kWh (Kilowatt-jam) adalah satuan energi, yang mewakili total energi yang tersimpan. Tegangan diperlukan sebagai penghubung antara keduanya, menggunakan rumus: kWh = Ah × V ÷ 1000. Baterai 100 Ah yang sama hanya menyimpan 1,2 kWh dalam sistem 12V, tetapi 4,8 kWh dalam sistem 48V — perbedaan 4×.
DoD menunjukkan berapa banyak kapasitas yang telah dilepaskan, sedangkan SoC menunjukkan berapa banyak muatan yang tersisa. Keduanya saling melengkapi: SoC + DoD = 100%. Sebagai contoh, ketika DoD adalah 80%, SoC adalah 20%, yang berarti 80% dari baterai telah digunakan dan 20% tersisa. Dalam praktiknya, mengosongkan baterai sepenuhnya (DoD = 100%) tidak disarankan karena dapat memperpendek masa pakai baterai. Sebagian besar baterai lithium merekomendasikan untuk menjaga DoD dalam kisaran 80%–90%.
Pertama, konversikan kapasitas baterai dari Ah ke kWh (kWh = Ah × V ÷ 1000) untuk mendapatkan total penyimpanan energi; kemudian perkirakan jarak tempuh berdasarkan konsumsi energi kendaraan (biasanya dinyatakan dalam Wh/km). Sebagai contoh, baterai 48V 100Ah menyimpan energi sebesar 4,8 kWh. Jika kendaraan mengonsumsi 150 Wh/km, jarak tempuh teoretisnya adalah sekitar 4800 ÷ 150 ≈ 32 km. Jarak tempuh aktual juga bergantung pada batas DoD, suhu, beban, dan kondisi jalan.
Ini umum digunakan untuk estimasi jarak tempuh kendaraan listrik (konversi Ah ke kWh), perancangan sistem penyimpanan energi rumah tangga (menghitung total energi baterai), konfigurasi sistem tenaga surya off-grid (mengevaluasi energi yang tersedia), analisis umur siklus dan efisiensi baterai, serta pembelajaran akademik dan ujian dalam bidang fisika dan teknik.