Alat ini menghitung tahanan grounding dari sistem grounding berdasarkan resistivitas tanah, jenis elektroda, dan parameter geometris. Alat ini membantu memverifikasi kepatuhan terhadap IEC 60364-4-41 untuk koordinasi antara elektroda grounding dan perangkat arus sisa (RCBOs). Tahanan yang dihitung dibandingkan dengan batas tegangan aman (biasanya 50 V atau 25 V) untuk memastikan operasi yang aman dan pemutusan perangkat pelindung yang tepat.
Parameter Masukan:
• Jenis elektroda grounding – Bentuk fisik elemen grounding:
- Batang
- Tali horizontal
- Cincin
- Jaringan mesh
• Jenis Tanah – Jenis tanah tempat elektroda dipasang. Digunakan untuk menaksir resistivitas (ρ). Nilai tipikal:
- Pertanian: 10–150 Ω·m
- Pasir kerikil: 50–300 Ω·m
- Liat: 50–200 Ω·m
- Pasir laut: 200–3000 Ω·m
- Berbatu: 1500–10000 Ω·m
- Kustom: Nilai yang ditentukan pengguna
• Jumlah (n) – Jumlah elektroda grounding paralel yang digunakan.
• Panjang (L) – Panjang total konduktor grounding dalam meter.
- Untuk Batang: kedalaman batang vertikal
- Untuk Tali horizontal: panjang total konduktor
- Untuk Cincin: keliling cincin
- Untuk Jaringan mesh: panjang total semua konduktor yang terkubur
• Resistivitas (ρ) – Resistivitas tanah dalam ohm-meter (Ω·m). Jika tidak diukur, gunakan nilai tipikal dari jenis tanah.
• Tegangan Aman – Tegangan sentuh maksimum yang diperbolehkan:
- 50 V: Lingkungan kering normal
- 25 V: Lokasi basah, sempit, atau berisiko tinggi
Tips Penggunaan:
Masukkan parameter dan hitung tahanan grounding. Kemudian periksa apakah:
R ≤ U₀ / IΔn
Di mana:
R = Tahanan grounding (Ω)
U₀ = Tegangan aman (50 V atau 25 V)
IΔn = Arus operasi sisa nominal RCBO (misalnya, 0.03 A untuk 30 mA)
Contoh: Untuk RCBO 30 mA dan batas aman 50 V:
R ≤ 50 / 0.03 ≈ 1667 Ω → Sistem dapat diterima jika R < 1667 Ω.